Posts Tagged ‘Ps. Samuel Yusuf’
Unshakeable Faith
Setiap dari pada kita mempunya panggilan dan mimpi mimpi yang dari pada Tuhan. Pada waktu kita mendapatkan mimpi itu dan menunggu masa penggenapanya akan ada masa masanya di mana kita akan mengalami kemunduran atau banyak tantangan, tapi apa yang kita alami saat ini atau masa lalu, tidak akan mempengaruhi masa depan kita kalau kita sudah dalam kasih karunia Tuhan Yesus. Kaleb, dalam bahasa Ibrani, berarti, penyerang, atau seekor anjing . Bohong… Read More
Mazmur 23 ayat 1
" Tuhan adalah Gembalaku” (Mazmur 23:1a) Tuhan mempunyai banyak nama yang menunjukan identitas atau predikatNya, bukan sekedar nama biasa saja, seperti seseorang bisa saja presiden dari suatu perusahaan dan juga suami atas istrinya atau papa dari anak anaknya, dan di Mazmur 23:1, di bahasa Ibrani, Tuhan yang disebut “JAHWE” dan dalam bahasa Yunani “Jehovah” yang berarti orang yang memegang perjanjian. Jadi kata Tuhan adalah Gembalaku sama dengan “JEHOVAH ROHI”. Untuk menjadi seorang… Read More
Mazmur 23 – Gembala
Mazmur 23 Oleh Pst Samuel Yusuf Untuk menjadi seorang gembala bukan hanya bagi mereka yang punya panggilan khusus tapi juga untuk setiap dari pada kita anak anak Tuhan. Selain diperlukannya untuk membangun hubungan yang erat dengan Tuhan, kita pun perlu menjadi seorang gembala. Menjadi seorang gembala adalah peran yang sangat penting di mata Tuhan, bahkan pada kelahiran Tuhan Yesus (Lukas 2:8-10), pertama kali yang diberi tau akan kelahiran Tuhan Yesus adalah para… Read More
Forget Not All His Benefits
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. ”… Read More
Perkataan Kuasa
“dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Efesus 1:19 ITB) “and his incomparably great power for us who believe. That power is the same as the mighty strength” (Ephesians 1:19 NASB) Untuk kita dapat berkuasa di bumi kita perlu Greatness (Ischys/Ischyo), Power (Dynamis) and Might (Kratos). Fungsi Urapan (Mazmur 92:10-16) - Mata rohani kita untuk melihat sesuatu yang dari Tuhan, pekerjaan Tuhan, sesuatu yang di alam roh, masa depan dengan… Read More
6 Gifts of Jesus Resurrection
1 Kor. 15:12-20 Filipi 3:10-11 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam pernderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Hari-hari ini, sangatlah jarang kita membicarakan tentang kebangkitan Yesus. Justru mungkin kita lebih sering berbicara tentang kematian Yesus daripada kebangkitan-Nya. Tetapi sesungguhnya pusat atau inti dari kepercayaan kita terletak dalam kebangkitan-Nya, bukan kematian-Nya. Suatu hal yang biasa bagi suatu… Read More
Perjalanan umat Tuhan dari satu panggilan sampai ke penggenapan (Part 2)
Sekilas dari khotbah minggu lalu, Pst Samuel menjelaskan bagaimana perjalan kita sebagai anak Tuhan yang sudah bertobat, dipabtis air, terima Roh Kudus dan diurapi, sama seperti perjalanan kehidupan Daud yang dimulai dari Bethlehem (dimana Tuhan sedang menggali foundasi kita), lalu perjalanan di Goa Abdulam (dimana Tuhan sedang menaruh batu bata di atas foundasi kita), dan yang akan dibahas pada minggu ini ialah ketika kita sampai di Hebron dan berakhir di… Read More
Perjalanan umat Tuhan dari satu panggilan sampai ke penggenapan
Perjalan kita seteleh kita bertobat, dipabtis air, terima Roh Kudus dan diurapi, sama seperti perjalanan kehidupan Daud yang dimulai dari Bethlehem dan berakhir di Bukit Zion. Ada empat peristiwa yang penting dalam perjalanan Daud.
- Ketika di Bethlehem
- Ketika di goa Abdulam
- Ketika di Hebron
- Ketika di Bukit Zion