Pemulihan Gambar Diri

Membaca judul diatas, mungkin saudara bertanya didalam hati apakah itu ‘gambar diri’? Gambar diri adalah apa yang engkau lihat atas dirimu sendiri. Setiap orang melihat dirinya dengan berbagai macam pandangan atau pendapat. Seorang yang mempunyai gambar diri yang sehat, hidupnya akan jauh lebih berhasil dari pada orang yang gambar dirinya tidak sehat atau rusak. Banyak hal yang mempengaruhi gambar diri seseorang, diantaranya dosa. Dosa membuat gambar diri seseorang rusak. Dosa membuat orang berpikir dan melihat dirinya sebagai orang yang gagal, tidak baik, dsb. Dosa akan menghalangi mata hati kita untuk melihat siapa diri kita sebenarnya didalam Tuhan. Hal lain yang dapat mempengaruhi gambar diri adalah keluarga. Banyak orang karena mempunyai masalah keluarga seperti orang tua yang bercerai, rumah tangga yang tidak harmonis, trauma masa lalu atau anggota keluarga yang cacat… itu semua bisa mempengaruhi gambar diri seseorang. Ia akan merasa malu dengan mempunyai adik atau kakak yang buta atau cacat misalnya sehingga ia menjadi rendah diri (minder) didalam pergaulannya.

Rasul Paulus adalah orang yang dikenal sebagai rasul Tuhan yang luar bisa. Ia adalah orang yang berhasil dan ia adalah seorang yang mempunyai gambar diri yang sehat. Mari kita lihat Rom 8:35,37, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakkan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya atau pedang? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari orang-orang yang menang.” Jelas terlihat bahwa Paulus adalah seoarang yang mempunyai gambar diri yang baik. Ia tahu siapa dirinya sehingga pada walaupun masalah berat menimpa, ia tahu bahwa ia adalah lebih daripada pemenang. Paulus bukanlah orang yang sempurna, ia pernah gagal juga tetapi ia bangkit kembali! Orang yang paling gagal di dunia ini adalah orang yang tidak bisa menerima kegagalannya. Saudaraku yang terkasih, kegagalan tidak akan merubah statusmu sebagai pemenang! Jangan biarkan kegagalan merusak gambar dirimu! Sesungguhnya kegagalan itu hanyalah suatu peristiwa atau kejadian. Jadi kegagalan didalam hidup ini adalah hanya suatu peristiwa yang harus kita hadapi dan tidak akan merubah statusmu sebagai pemenang! Tidak ada orang didunia ini yang tidak pernah mengalami kegagalan. Semua orang yang berhasil, pasti juga pernah gagal. Thomas Alfa Edison adalah seorang yang dengan terkun dan tidak pernah menyerah terhadap kegagalan. Ia melewati 260 kegagalan sampai akhirnya ia berhasil menemukan lampu pijar yang menyala. Tanpa seorang Thomas yang mau terus berusaha terus, maka kita akan tetap hidup dengan lilin hari ini. Kita tidak bisa menilai diri kita berdasarkan kegagalan karena kegagalan hanyalah suatu peristiwa. Rom 8:28 berkata: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi merek aynag mengasihi Dia…” Didalam kegagalanpun Tuhan juga bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Praise the Lord! Kita mempunyai Allah yang sanggup merubah yang tidak baik menjadi baik, kegagalan menjadi keberhasilan. Dia yang merubah Yusuf dalam satu malam dari tempat penjara yang paling bawah menjadi perdana menteri Mesir, tempat yang paling tinggi setelah Raja. Ingat saudara bahwa kegagalan hanya satu peristiwa!

Sekarang bagaimana kita memperbaiki gambar diri yang rusak? Pertama-tama, saudara harus bisa mengenali diri saudara sudah sampai dimana. Orang yang seperti apakah engkau saat ini? Apakah engkau termasuk orang yang rendah diri atau sebaliknya sombong, percaya diri yang berlebihan? Apakah engkau orang yang tertutup atau terbuka? Amsal 11:17 berkata: “Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri, tetapi orang kejam menyiksa badannya sendiri” artinya saudaralah yang harus memperbaiki gambar diri saudara sendiri. Saran saya, bekerjalah untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, jangan meminta-minta! Ciptakan hasil, berkaryalah! Karena dengan menciptakan sesuatu engkau akan puas! Galatia 6:7 berkata: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Oleh karena itu saudaraku, marilah kita menabur kebaikan dan jangan jemu-jemu berbuat baik bagi orang lain karena dengan demikian kita telah menjadikan orang itu berarti. Perbuatan baik kita juga akan membantu orang lain untuk memperbaiki gambar dirinya. Allah kita adalah Allah yang sanggup merubah gambar diri kita yang rusak, karena Dia adalah Allah yang memulihkan! God will restore your self-image become God image in you!