Hati Nurani Yang Murni

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4: 23

Memiliki hati nurani yang murni adalah salah satu kunci keberhasilan. Sebab itu kita harus menjaga agar hati kita supaya tetap murni.

“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kisah Para Rasul 24: 16)

Menjaga hati nurani agar tetap murni merupakan tanggung jawab setiap pribadi. Seperti Rasul Paulus, kita patut terus menerus menjaga hati kita.

Hati nurani adalah kondisi roh kita yang bebas di hadapan Allah dan manusia, sebagai akibat pengenalan akan Allah dan didapati benar di hadapan Allah. Roh kita adalah tempat bagi hati nurani kita.

Hasil-hasil menjaga hati nurani yang murni: 1. Menerima janji Tuhan yang besar & berhasil menggenapinya.(I Timotius 1: 18-19) 2. Dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat dan bijaksana.(Mazmur 90: 12) 3. Bebas dari penyesatan. (I Timotius 4: 1-2) 4. Bebas dari ketakutan & mempunyai keberanian untuk bersaksi. 5. Mempunyai kuasa untuk mengalahkan pencobaan. 6. Hidup dalam kemerdekaan. 7. Mempunyai kemampuan membangun hubungan yang sejati.

Tanda-tanda orang yang mempunya hati nurani yang kotor: 1. Pikirannya kacau/kotor dan cenderung jahat. 2. Suka menghakimi. 3. Selalu berpikiran negative terhadap orang lain dan diri sendiri. 4. Tidak bisa mengasihi Tuhan sepenuh hati. 5. Selalu mengikuti kehendak sendiri. (Markus 7: 21-23) 6. Ketakutan tanpa alasan. 7. Sering berkata kotor.

Penyebab-penyebab hati nurani yang kotor: 1. Tersinggung dan kecewa, namun tidak menyelesaikannya. (Matius 18: 15) 2. Luka, namun tidak pernah mengampuni. 3. Mengikuti ajaran sesat. 4. Pengalaman masa kecil yang pahit.

Penyebab terbanyak dari hati nurani yang kotor adalah putus hubungan (penceraian) dan pelanggaran prinsip-prinsip Firman Tuhan.

Bagaimana seseorang dapat memulihkan hati nurani yang kotor?
Seperti Daud yang telah berdosa dihadapan Tuhan, dia bertobat dan minta pengampunan dari Tuhan. (Kisah Para Rasul 13: 22; Mazmur 51). Dengan mengakui kesalahan, menyadari bahwa memiliki hati nurani yang kotor adalah dosa dan minta pengampunan dari Tuhan. (Yakobus 5:16a; Ibrani 9:14)

Sangatlah penting bagi kita untuk menjaga hati nurani kita agar tetap murni sebab itu yang menentukan kehidupan selanjutnya.